PELAKSANAAN PRAKTIK MEMBATIK LAPAS KELAS IIA CURUP
PELAKSANAAN PRAKTIK MEMBATIK LAPAS KELAS IIA CURUP
Praktik membatik di Lapas Kelas IIA Curup telah dilaksanakan tanggal 13 Juni 2026, di Aula Lapas Kelas IIA Curup. Membatik adalah seni menghias kain dengan teknik resist menggunakan malam (lilin batik) sebagai perintang warna. Jadi, kain yang bagiannya dilukis dengan malam itu nggak akan terkena warna saat dicelupkan ke dalam pewarna. Setelah proses pewarnaan dan penghilangan malam, bagian yang tertutup malam tadi akan tetap berwarna asli kain atau warna dasar yang diinginkan, sementara bagian yang tidak tertutup malam akan menyerap warna. Inilah yang bikin motif batik muncul.
Seni membatik ini udah jadi warisan budaya Indonesia yang sangat kaya, bahkan diakui oleh UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity sejak tahun 2009. Prosesnya butuh ketelitian, kesabaran, dan kreativitas tinggi.
Proses dasar membatik adalah mengalirkan malam diatas kain, dari membuat pola aksara kaganga, mencanting hingga pewarnaan. Tetapi pada saat pelaksanaan membatik kemarin hanya sampai pada mencating. Atau menggoreskan malam/lilin ke kain. Tujuan dilakukan nya praktik ini untuk warga belajar mengetahui aksara kaganga dan membatik. Serta melestarikan budaya khususnya di Rejang Lebong Aksara Kaganga.
PELAKSANAAN PRAKTIK GANTUNGAN KUNCI LAPAS KELAS IIA CURUP
Gantungan kunci atau disingkat ganci adalah gantungan kecil yang digunakan untuk mengaitkan suatu benda kecil dengan lubang kunci. Gantungan kunci biasanya terbuat dari logam, plastik, atau bahkan karet. Pada saat praktek menggunakan bahan utama Resin.
Fungsi Utama:
Gantungan kunci memiliki fungsi utama untuk menjaga kunci-kunci tetap bersama-sama sehingga memudahkan pencarian dan penggunaan. Selain itu, gantungan kunci yang lebih besar atau dengan bentuk yang unik dapat membantu dalam menemukan kunci yang tercecer atau terlupakan. Desain dan Variasi: Desain gantungan kunci sangat beragam, mulai dari yang fungsional hingga yang estetis.
Pelaksanaan praktik dilakukan pada tanggal 23 Mei 2026 di Aula Lapas Kelas IIA CURUP. Adapun manfaat dari praktek yang dilakukan adalah
1. Membantu Menyimpan Kunci agar Lebih Rapi
Kumpulan logam pembuka pintu yang berserakan sering memicu kebingungan pemiliknya. Kehadiran pengait khusus mampu menyatukan semuanya ke dalam satu ikatan sentral yang tertata rapat. Penataan sistematis ini secara otomatis menghindarkan Anda dari risiko kehilangan barang krusial saat situasi sedang terburu-buru.
Pengelompokan berdasarkan fungsi juga menjadi jauh lebih mudah dilakukan dengan metode ini. Kunci rumah, kendaraan, dan gembok lemari bisa dipisahkan menggunakan warna atau bentuk pengait yang berbeda. Kebiasaan mengorganisasi barang berukuran kecil amat membantu kelancaran mobilitas harian siapa saja.
Dimensi anak kunci yang pipih membuatnya gampang terselip di sudut tas atau koper. Menambahkan sebuah ornamen dengan bentuk mencolok akan memperbesar volume fisik objek tersebut secara instan. Tangan Anda langsung meraba keberadaannya saat merogoh bagian dalam ransel guna menemukan benda tersebut.
Pemilihan warna cerah pada aksesori turut mempercepat proses pencarian secara visual. Benda berukuran mungil yang jatuh ke lantai atau masuk ke sela-sela sofa seketika akan terlihat oleh mata. Waktu berharga Anda tidak lagi terbuang percuma hanya untuk membongkar isi tas kerja.
Penampilan visual sebuah barang harian mampu merepresentasikan karakter unik sang pemilik. Material pilihan seperti kulit premium atau akrilik bening memberikan sentuhan gaya yang amat personal. Pemakai leluasa memamerkan selera estetika mereka melalui ornamen kecil yang rutin dibawa bepergian.
Pemasangan aksesori berdesain menarik pada ritsleting jaket turut meningkatkan daya tarik penampilan secara keseluruhan. Benda fungsional ini perlahan menjelma menjadi elemen mode subtil yang melengkapi gaya berpakaian modern. Koleksi dengan desain sangat terbatas bahkan mampu memicu topik pembicaraan seru saat berkumpul bersama sahabat.
PELAKSANAAN PRAKTIK BERKEBUN TANAMAN OBAT LAPAS KELAS IIA CURUP
Berkebun adalah kegiatan bercocok tanam yang dilakukan untuk menumbuhkan dan merawat berbagai jenis tanaman, baik itu tanaman hias, sayuran, buah-buahan, atau tanaman obat. Kegiatan berkebun ini bisa dilakukan di lahan terbuka, pekarangan rumah, atau bahkan dalam pot di dalam rumah.
Tanaman obat-obatan atau yang juga biasa dikenal dengan sebutan apotek hidup merupakan salah satu jenis tanaman yang sebagian atau bahkan seluruh kandungan tanamannya dapat dimanfaatkan untuk diolah menjadi bahan, obat, bahkan ramuan yang bermanfaat serta berkhasiat untuk mengobati atau bahkan membantu menjaga kesehatan serta metabolisme tubuh, khususnya tubuh manusia.
Praktek telah dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2026 di Aula Lapas Kelas IIA Curup, adapun beberapa manfaat tanaman obat dalam kehidupan sehari-hari:
Menanam tanaman obat di rumah memberikan manfaat besar, terutama dalam penanganan penyakit ringan. Anda dapat menggunakan tanaman ini sebagai langkah awal pengobatan untuk kondisi seperti demam, flu, atau asam urat. Dengan ketersediaan tanaman obat di pekarangan, perawatan kesehatan sederhana menjadi lebih praktis, hemat biaya, dan alami.
Selain manfaat kesehatan, tanaman obat yang ditata dengan rapi juga dapat mempercantik lingkungan rumah. Keberadaan tanaman ini memberikan sentuhan alami yang menenangkan dan memperindah pekarangan. Jika kamu ingin tampilan rumah yang lebih asri sekaligus bermanfaat, menanam tanaman obat adalah pilihan yang ideal.
Tanaman obat keluarga (TOGA) tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Dengan tingginya permintaan akan bahan herbal untuk kesehatan dan kecantikan, menanam dan menjual tanaman obat dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Baik dalam bentuk segar maupun produk olahan, tanaman obat memiliki prospek komersial yang terus berkembang.
Beberapa tanaman TOGA bisa dimanfaatkan sebagai bahan masakan. Contohnya kemangi untuk lalapan, seledri sebagai pelengkap sup, jahe untuk minuman hangat, atau bawang sebagai bumbu dapur. Dengan demikian, menanam tanaman obat tidak hanya memenuhi kebutuhan kesehatan, tetapi juga memperkaya cita rasa masakan sehari-hari.
Menanam tanaman obat juga berperan dalam melestarikan warisan budaya leluhur. Sejak dahulu, masyarakat Indonesia menggunakan tanaman obat sebagai bagian dari tradisi kesehatan dan kearifan lokal.
Dengan membudayakan kembali penggunaan tanaman obat, kita dapat menjaga tradisi sekaligus menghormati warisan pengetahuan dari generasi sebelumnya.
Jenis-jenis tanaman obat ada banyak sekali, tetapi kami menggunakan 5 macam atau jenis tanaman obat yang kami lakukan penanaman di polybag yaitu ada, jahe, lengkuas, sereh, kencur, dan kunyit.
PELAKSANAAN PRAKTIK MEMBUAT KALIGRAFI LAPAS KELAS IIA CURUP
Praktik membuat kaligrafi telah dilaksanakan pada tanggal, 28 Februari 2026. Dari paket A, B, C mengikuti kegiatan praktik ini, kegiatan ini dilaksanakan di Aula Lapas Kelas IIA Curup. Para warga binaan dibimbing oleh tutor mulai dari teknik dasar menulis, pengaturan huruf, sampai penyelesaian karya kaligrafi. Tujuan kegiatan ini adalah menumbuhkan kreativitas dan kepercayaan diri serta memberikan keterampilan praktis yang bernilai saat kembali ke masyarakat.
Kegiatan praktik kemarin dihadiri juga dari pihak SPNF SKB dari Dinas Pendidikan Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, ingin melihat bagaimana proses praktik yang ada di Lapas Kelas IIA Curup. Selama kegiatan, para perwakilan SPNF SKB berdialog dengan tutor, pengajar serta warga binaan yang mengikuti praktik kaligrafi, menyaksikan secara langsung proses pembelajaran mulai dari pengenalan instrumen, teknik penulisan huruf, pengaturan komposisi karya, hingga penggunaan alat dan media pendukung yang disediakan.
PELAKSANAAN PRAKTIK CELENGAN GYPSUM LAPAS KELAS IIA CURUP
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup melaksanakan kegiatan praktik pembuatan celengan gypsum bagi warga binaan peserta pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C, Sabtu (13/12). Kegiatan ini bertempat di Aula Lapas Kelas IIA Curup dan dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan pendidikan nonformal melalui kerja sama dengan PKBM Aljabar. Kegiatan praktik diawali dengan pemberian penjelasan mengenai bahan dan alat yang digunakan, serta tahapan pembuatan celengan gypsum. Selanjutnya, warga binaan mengikuti praktik secara langsung mulai dari proses pencampuran bahan, pencetakan ke dalam cetakan, hingga proses pengeringan hasil cetakan.
Kepala Lapas Kelas IIA Curup, David Rosehan, menyampaikan bahwa kegiatan keterampilan ini merupakan bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan.
“Melalui kegiatan praktik seperti ini, kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan nyata yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat. Pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek mental dan disiplin, tetapi juga pada peningkatan kemampuan dan kemandirian,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan memperoleh keterampilan praktis yang dapat meningkatkan kreativitas, kemandirian, serta menjadi bekal keterampilan kerja setelah menyelesaikan masa pidana. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib, antusias, dan penuh semangat belajar.Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Lapas Kelas IIA Curup dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan, guna membekali warga binaan agar siap kembali dan berdaya guna di tengah masyarakat.
Kegiatan membuat celengan ini juga bertujuan untuk mengasah keterampilan kewirausahaan warga binaan Lapas Kelas IIA Curup. Membuat celengan gypsum ini pasti memiliki kesulitan, tetapi anak murid Lapas Kelas IIA curup sangat antusias dalam mebuatnya dan dapat mengatasi kesulitan tersebut. Hasil akhirnya masing-masing kelompok berhasil membuat celengan gypsum.
PELAKSANAAN PRAKTIK ABON LAPAS KELAS IIA CURUP
Pembuatan abon adalah proses mengolah daging yang direbus, disuwir-suwir, dibumbui, digoreng, dan dikeringkan hingga menjadi makanan ringan atau lauk yang siap saji. Pembuatan abon di LAPAS KELAS IIA CURUP telah dilaksanakan pada tanggal 29 November 2025.
Proses praktik ini disambut antusias oleh siswa di sana, tujuan dilakukannya praktik abon ini berguna
Menciptakan diversifikasi pangan: Memproduksi abon dari bahan lain (seperti ikan atau buah sukun) selain daging sapi menciptakan variasi produk pangan yang lebih beragam. Meningkatkan pendapatan: Pembuatan abon dapat menjadi peluang usaha, baik untuk industri rumah tangga maupun skala besar, sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat. Mengembangkan potensi lokal: Pembuatan abon dapat membantu mengembangkan potensi sumber daya alam lokal, seperti dengan mengolah ikan air tawar menjadi abon untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan.
Pembuatan praktik abon ayam ini berguna bagi siswa untuk keterampilan mereka nanti jika sudah bebas nanti. Mengasah keterampilan mereka dalam bidang kewirausahaan atau juga untuk skill berdagang nantinya. Hasil pembuatan abon ini untuk mereka nikmati dan nilai sendiri keberhasilannya. Ada yang berhasil dan ada juga yang masih belum berhasil. Jadi diharapkan nanti praktik ini mereka juga dapat menilai sendiri keterampilan mereka dan kelompok lain.
PELAKSANAAN PRAKTIK TELUR ASIN LAPAS KELAS II A CURUP
Lapas Kelas IIA Curup kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keterampilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan pembelajaran produktif. Kali ini, WBP yang tergabung dalam program Paket A dan Paket B melaksanakan praktik pembuatan telur asin bekerja sama dengan PKBM Aljabar, bertempat di ruang Aula Lapas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran keterampilan dalam pendidikan kesetaraan yang bertujuan membekali WBP dengan pengetahuan dan kemampuan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti. Dalam praktik tersebut, peserta didampingi langsung oleh tutor dari PKBM Aljabar yang memberikan arahan mulai dari proses pemilihan bahan, teknik perendaman, hingga tahap pengemasan telur asin.
Kegiatan praktik telur asin ini juga langsung dilihat dari pihak asensor dari bengkulu. Mereka melihat juga antusias anak-anak Lapas Kelas II A Curup dalam membuat telur asin, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang terintegrasi dengan program pendidikan.
Kegiatan praktik pembuatan telur asin ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara Lapas Kelas IIA Curup dan PKBM Aljabar dalam mendukung pembinaan Warga Binaan melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan.
PELAKSANAAN PRAKTIK ECOPRINT DI LAPAS KELAS IIA CURUP
Ecoprint adalah teknik pewarnaan alami pada kain yang menggunakan daun, bunga, dan bagian tanaman lainnya untuk menciptakan pola dan warna unik secara langsung. Proses ini melibatkan penempelan bahan tanaman ke kain (seringkali serat alami), lalu pengikatan dan pengukusan untuk memindahkan pigmen dan bentuk tanaman ke kain. Hasilnya adalah kain bermotif indah dengan warna-warna alami dan bentuk yang mempertahankan keindahan alam, tanpa penggunaan bahan kimia sintetis, sehingga menciptakan produk yang ramah lingkungan.
Pelaksanaan praktik ECOPRINT telah dilaksanakan di LAPAS KELAS IIA CURUP, pelaksanaan ini bertujuan untuk memberi pengetahuan terbaru kepada anak-anak di LAPAS KELAS IIA CURUP dan memberikan pengetahuan tentang ECOPRINT. Pada saat pengerjaan anak-anak di LAPAS KELAS IIA CURUP mereka sangat bersemangat,antusias serta rasa ingin tahunya sangat besar.
Manfaat yang diperoleh dari praktik ECOPRINT ini antara lainnya, peningkatan kreativitas dan keterampilan motorik halus, pengenalan konsep seni ramah lingkungan serta kesadaran akan pentingnya menjaga alam, serta peningkatan kepercayaan diri melalui proses eksplorasi dan penciptaan karya seni yang unik dan bernilai.
Harapannya setelah dilakukan kegiatan ECOPRINT ini anak-anak dapat melestarikan lingkungan sekitar, mengurangi polusi serta pemanfaatan limbah alami. Dan dapat di implementasikan dimasa depan.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, yaitu kegiatan awal tahun ajaran baru bagi siswa baru untuk memperkenalkan mereka pada lingkungan sekolah, seperti fasilitas, program, tata tertib, warga sekolah, dan budaya sekolah. Tujuannya adalah membantu siswa baru beradaptasi, menumbuhkan motivasi belajar, mengembangkan interaksi positif, serta menanamkan perilaku positif agar siap mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik. MPLS LAPAS KELAS II A CURUP dilaksanakan 04 Agustus 2025.
Tujuan MPLS
1. Perkenalan Lingkungan Sekolah: Memperkenalkan siswa pada sarana dan prasarana, program sekolah, serta tata tertib sekolah.
2. Adaptasi Siswa Baru: Membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, termasuk aspek keamanan dan fasilitas umum.
3. Motivasi dan Cara Belajar: Menumbuhkan motivasi, semangat belajar, dan metode belajar yang efektif bagi siswa baru.
Interaksi Sosial: Mengembangkan interaksi positif antara siswa dengan sesama siswa dan warga sekolah lainnya.
4. Penanaman Perilaku Positif: Menanamkan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, kemandirian, saling menghargai, kedisiplinan, dan kebersihan.
MPLS yang dilaksanakan di LAPAS KELAS IIA CURUP, agar siswa lebih mengenal lebih dalam PKBM ALJABAR CURUP.
Curup, 08 Januari 2025
Lapas Kelas IIA Curup paket A, B G1 dan B G2
Kegiatan praktik pembuatan "Roti Unyil" yang dilaksanakan di gedung Aula Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup berlangsung secara aman dan kondusif, warga belajar sangat antusias dalam mengikuti proses paraktikum tersebut. Adapun alat dan bahan yang digunakan :
Alat :
oven
nampan bulat
mangkok
colet
kuas
sendok
gelas
loyang
mika
parutan keju
plastik wrap
Bahan :
Tepung terigu protein sedang 17 sendok makan atau 250gr
gula pasir 2 sendok makan
induk roti 1 sendok makan
garam secukupnya
margarin 2 sendok makan
susu cair 100ml
air mineral 2 sendok makan
cokelat batang isian (opsional)
Cara pembuatan :
Bahan di masukan bersamaan di aduk hingga kalis terakhir margarin di campurkan setelah adonan kalis, di aduk kembali hingga kalis elastis dan ditutup dengan plastik wrap agar tidak ada udara yang masuk. Diamkan sekitar 15-30 menit pisahkan menjadi beberapa bagian berbentuk bulat-bulat sebesar ujung jempol, beri isian dari yang pertama kali di bulatkan, kemudian diamkan sekitar 15 menit agak mengembang sedikit atau ringan baru di panggang, loyang diolesi margarin dan atas roti diolesi putih telur.
Curup, 31 Agustus 2024
Alhamdulillah telah terlaksana simulasi pembelajaran dari PKBM Aljabar kepada warga belajar binaan Lapas Kelas IIA Curup. Kegiatan ini didasari oleh Kerjasama antara Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Aljabar dengan pihak Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas IIA Curup untuk memberikan hak Pendidikan kepada warga binaan.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Sekolah serta tutor dari PKBM Aljabar, yaitu :
1. Ibu Augusti Fi Jannati (Kepala Sekolah)
2. Ibu Rika A, S. Pd. I (Tutor)
3. Ibu Metalia A, S. Hut (Admin)
4. Sdri. Siti F R, S. E (Tutor)
5. Sdra. M. Efrry Kurniawan, M.Pd (Tutor)
Simulasi berjalan dengan lancar dengan didampingi oleh Bapak Fahmi Siswandi, S.H selaku Kasubsi Bimkemaswat, simulai dimulai dari :
1. Mengumpulkan warga belajar ke dalam aula lapas kelas IIA Curup.
2. Pembagian kelas belajar yang dikelompokkan sesuai dengan tingkat Pendidikan terakhir warga binaan.
3. Pemilihan Ketua kelas dan sekretaris dari masing-masing kelas untuk mengajarkan kepemimpinan dan ketertiban.
4. Penjelasan tentang jadwal pembelajaran dari masing-masing kelas, serta melakukan simulasi pengerjaan Learning Management System (LMS) yang dijelaskan langsung oleh Kepala Sekolah yaitu Ibu Augusti Fi Jannati.
5. Tanya Jawab.
6. Penutup.
Dalam rangka menunjang Hak Pendidikan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Curup, PKBM Aljabar jalin kerjasama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Curup yang saat ini di kepalai oleh Bapak Ronaldo Devinci Talesa, A.Md.IP, S.H., M.H, selaku Kepala Lapas beliau sangat menukung adanya Program Sekolah Gratis ini.
Kegiatan diawali dengan kami pihak PKBM berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Curup, kedatangan kami di sambut hangat oleh Kasubsi Bimkemaswat Bapak Fahmi Siswandi, S.H.
"Kunjungan kalian sangat ditunggu selama ini demi menunjang Hak Penidikan warga binaan, Hak yang di rampas dari warga binaan hanyalah Hak Bergerak, dalam sistem pemasyarakatan mempunyai hak untuk mendapatkan pembinaan rohani dan jasmani hak mereka untuk menjalankan ibadahnya, berhubungan dengan pihak luar baik keluarganya maupun pihak lain, memperoleh informasi, baik melalui media cetak maupun elektronik, memperoleh pendidikan yang layak." ujar Bapak Fahmi Siswandi, S.H.
Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan menemui Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Curup Bapak Ronaldo Devinci Talesa, A.Md.IP, S.H., disambut sangat positif dan sangat mengayomi.
"Kami berharap program ini dapat membantu mengurangi kesenjangan pendidikan dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua warga binaan untuk mengakses pendidikan berkualitas. Bahkan saya menginginkan disini nanti bukan hanya kesetaraan paket A, B, C saja, melainkan ada jenjang selanjutnya seperti Universitas. Program pendidikan gratis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masa depan warga binaan." jelas Bapak Ronaldo Devinci Talesa, A.Md.IP, S.H.
Setelah mendapat persetujuan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup Bapak Ronaldo Devinci Talesa, A.Md.IP, S.H., M.H, kami didampingi Bapak Fahmi Siswandi, S.H. melakukan penjaringan calon siswa warga binaan.
"Didalam Lembaga Pemasyarakatan hak kalian yang dirampas hanya Hak Bergerak, jadi untuk hak-hak yang lain seperti Kesehatan dan Pendidikan tetap kalian dapatkan, inilah salah satu peran Pemerintah dalam mewujudkan Hak Pendidikan kalian dengan hadirnya PKBM Aljabar di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup. Saya harap kalian semangat dan mau mengikuti Program Sekolah Gratis Kesetaraan ini dengan baik, Ijazah yang kalian terima kelak adalah Ijazah yang di akui Negara atau Resmi. Agar ketika kalian bebas dari lapas, kalian bisa tetap membuat bangga keluarga kalian dengan membawa Ijazah dan bisa digunakan untuk melanjutkan masa depan." kata Pak Fahmi Siswandi, S.H. kepada warga binaan.
Semangat warga binaan merespon baik dan sangat antusias ingin mengikuti Program Sekolah Gratis Kesetaraan ini dengan banyak bertanya apa saja persyaratan pendaftaran sekolah, bagaimana sistem belajarnya dan banyak lainnya. Kami pun dari pihak sekolah menjadi lebih semangat dan sangat bangga dengan semangat mereka untuk terus maju demi masa depan.
"Mereka disini dipupuk untuk kembali murni, mereka disini kosong kembali, isilah dengan ilmu yang kalian miliki supaya mereka lebih terarah untuk masa depan." jelas Pak Fahmi Siswandi, S.H. kepada PKBM Aljabar.
Curup, Sabtu 27 Juli 2024
Acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Antara Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat(PKBM) Aljabar dalam penerimaan warga belajar untuk memenuhi Hak Pendidikan Warga Binaan.
Dihadiri Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup oleh Bapak Ronaldo Devinci Talesa, A.Md.IP, S.H., M.H. beserta jajarannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong Bapak Drs. Noprianto, MM, Kepala Bidang Paud dan PNF Dinas Pendidikan Rejang Lebong Ibu Sri Sulatri, SE., Kepala Desa Desa Teladan Bapak Jeminga, tamu undangan dan calon warga belajar PKBM Aljabar .
Adapun susunan acara :
Pembukaan MC oleh Salsabila
Memanyikan lagu Indonesia Raya bersama
Pembacaan Do’a oleh Rahmadi
Kata Sambutan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup oleh Bapak Ronaldo Devinci Talesa, A.Md.IP, S.H., M.H.
Kata Sambutan Kepala Sekolah PKBM Aljabar oleh Ibu Augusti Fi Jannati
Kata Sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong Bapak Drs. Noprianto, MM
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Antara Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat(PKBM) Aljabar
Selayang Pandang PKBM Aljabar oleh Ibu Rika Arisandhy, S.Pd.I
Foto Bersama
Penutup
Awal mula acara ini berlangsung berkat dukungan Kepala Bidang Paud dan PNF Dinas Pendidikan Rejang Lebong Ibu Sri Sulatri, SE., terimakasih Bu Kabid yang telah mengarahkan kami untuk mencoba mengisi pendidikan di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Curup demi memenuhi hak pendidikan warga binaan, kemudian kami berbicara kepada Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup Bapak Ronaldo Devinci Talesa, A.Md.IP, S.H., M.H. yang di dampingin Bapak Fahmi Kasubsi Bimkemaswat, disambut sangat baik oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup dan Kasubsi Bimkemaswat, mereka memiliki semangat yang menggebu-gebu demi memenuhi hak pendidikan warga binaannya.
"Saya bangga dengan kalian calon siswa yang memiliki semangat juang untuk belajar, menghubungin keluarga kalian satu satu meminta mengumpulkan berkas, ada yang keluarganya sampai balik kesekolah lama untuk melengkapi syarat, dengan kalian semangat kami menjadi lebih semngat membantu kalian, agar setelah habis masa tahana kalian kelak ada yang di bawa pulang dengan bangga untuk keperluan masa depan." ujar Kepala Sekolah PKBM Aljabar Ibu Augusti Fi Jannati
"Saya mendukung adanya program ini sebagai salah satu bentuk perhatian terhadap pendidikan warga binaan untuk memenuhi hak pendidikan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup." kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong Bapak Drs. Noprianto, MM
"Semoga semangat kita semua ini dilancarkan diberi keberkahan untuk terus memenuhi hak pendidikan Nomor 22 Tahun 2022 Sistem Pemasyarakatan sebagai sebuah sistem perlakuan terhadap Tahanan, Anak, dan Warga Binaan." jelas Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Curup Bapak Ronaldo Devinci Talesa, A.Md.IP, S.H., M.H.